Powered By Blogger

Rabu, 29 Februari 2012

SENANDUNG LAMA

Senandung lama
Menguak semerbak bianglala itu
Saat buah semangat merekah hari
Saat asa mengehentak langit tuhan
Langit yang makin tak berujung
Buram makin nyata
Semerbak senja menyentuhnya
Pecah sudah……………………….
(Bojong Kembar, 18 Juli 2006)

Garisku..,
melodi ini menggilai hatiku
Denting piano ini menggelorakan sanubari
Desah gelombang menenggelamkan sesak dihati
Ketawa Ya ketawa sendiri
Ketawa Mengingat apa yang telah terjadi
ketawa Ya ketawa sunyi
 Membayang kenaifanku
Ketawa sajalah
Hingga bumi runtuh keujung masa
(Bojong Kembar 2006)

Kelakar anakmu menyayat hatimu
Masa depan anakmu jadi tak menentu
Nasibmu menyertai anakmu
Satu nama tak tertahan tangis
Tuntut ilmu berakhir sudah
Satu nama menangis sudah
Lembaran kertas tak berdaya didapat
Lembar kertas menyambut semangat awal sekolah
(Bojong Kembar, 16 Juli 2006)

Sudah lah
Kembalikan raga ini
Kembali kedalam logika suci
Lelah hati tersembunyi
Sudahlah
Kembalikan raga ini
Kembali diperaduan
Peraduan ditemani sepoi angin
Sudahlah
Kembalikan raga ini
Kembali ke alam fantasi penuh watak
Watak para sahabat yang halus menyentuh sanubari
Sudahlah
Cepatlah putaran waktu
Cepatlah rotasi bumi
Energy waktu muntahkanlah (bojong kembar, 2006)

Ah zaman ku
Kenapa kau hancurkan masa emas generasimu
Selaksa asa generasimu terbungkan
Ingin merangkuh dayung Dayung nya kau patahkan
Apakah kau ingin generasi mu habis ditelan waktu
Ah zaman ku…
 (bojong kembar, 2006)

Jangan buang heroik generasimu
Berikanlah dayung itu
Agar perahu harapan nun jauh disana digapai generasimu
Ah,zamanku
Cukuplah sudah,
ku tak tahu apa yang kuingin Kuhanya harap nuranimu
(Bojong Kembar, 16 Juli 2006)

Dingin pagi menghantar hari
Dingin pagi mendingin hati
Beku hati mulai mulai mengisi
Mengisi relung relung rasa
Bidadari nirwana entah kemana
Digapai rasa menjulang
Sukma makin terpendam
Dalam ruang hati risau Kidung hati mengalun
Desahannya menerawang ragu rasa
(bojong kembar, 16 juli 2006,06:16)

Bentangan asa tak sirna disini Nun diseberang gelombang nyata Luah resah gundah

ARTI PENYESALAN

Hidup manusia itu misteri, ya semua orang tahu akan hal itu. Saking misteri nya kadang setelah terjadi pun kadang kita seolah tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Ya itu mungkin romantika hidup. Tapi saat yang terjadi adalah sebuah kesalahan yang sama sekali tidak ada niat untuk melakukan tapi karena saking hidup itu lautan misteri kesalahan itu terjadi itu lah yang berat. Kalau kesalahan itu masih dengan diri sendiri mungkin kita tinggal berdamai dengan hati, ego dan nafsu diri sendiri...,yang gawat nya kesalahan itu diperbuat kepada mahkluk lain. Disitu lah puncak dari masalah itu, tidak semua mahkluk bisa gampang memaafkan. Kadang kata maaf itu memang sangat mahal. Se-ton berlian pun kadang tak sebanding dengan kata maaf yang diimpikan. Ada yang bilang sebenarnya meminta maaf itu yang penting, tapi apa gunanya meminta tapi apa yang diminta ga diperoleh. lalu bagaimana dong?????????kita kembali ke jawaban puncak dari semua jawaban..,mungkin kita yang salah karena seharusnya jawaban ini dari awal kita munculkan..,ya kita berpasrah diri ma ALLAH, dan berharap rasa bersalah itu bisa terkikis habis sambil berharap maaaf itu suatu detik di kemudian hari akan didapat. Berbuat baiklah...,jangan membuat apapun itu merasa tersakiti,energi negatif yang keluar akan kembali ke diri kita dan energi positif yang keluar pun kan kembali ke diri kita

MENYAKITI ATAU DISAKITI

Pilih mana menyakiti atau disakiti? Pasti bingung mau milih mana, apalagi itu dilakukan dengan orang yang sudah jadi soulmate kita sekian waktu. Memang dalam sebuah hubungan kadang kita dihadapkan dengan pilihan ini, kadang malah kita diharuskan dalam waktu singkat untuk menentukan pilihan itu. Walau sebenarnya dari hati kecil kita itu sebenarnya sangat bertentangan,tapi keadaan berkata lain.
Sebenarnya tidak terlalu rumit sih, tinggal kita mau keadaan kedepannya kayak apa. Maksudnya kedepan nya kita mau memposisikan diri sebagai penanggung rasa bersalah atau orang yang harus dikasihani. Rasa bersalah akan timbul saat kita menyakiti, rasa bersalah ini bisa sampai mati kalau orang yang kita sakiti benar-benar tidak mau menerima perlakuan kita alias kita itu memang bukan tipe yang jago dalam menyakiti. Kalau ini yang terjadi ujung-ujung nya kita bisa jadi “pecundang gila” sampai episode terakhir kehidupan karena rasa bersalah yang terbangun itu bisa membuat kita akan mengemis kata maaf.Kuat tidak dengan keadaan ini? Kalau tidak pilih option kedua, jadilah orang yang disakiti, ini kita mesti pintar-pintar mencari moment nya……,saat moment itu datang langsung sikat,ya wujud nya saat dia yang minta untuk berakhir maka dengan wajah settingan sedih terima lah..,maka mulai detik itu kita akan jadi mahkluk yang disakiti, dan itu kadang membawa rahmat yang besar. Kita akan jadi insan yang perlu dikasihani perhatian nya tetap akan didapat,dan yang teramat penting silaturahmi akan tetap terjaga dan tidak perlu jadi pecundang gila di setiap episode kehidupan.
Ya begitulah kehidupan…..,apalagi kehidupan percintaan, kadang cinta memang derita tiada akhir bagi para pecundang-pecundang tapi cinta akan jadi anugerah bagi penakluk cinta. Dan yang mesti kita ingat bahwa hidup itu pilihan. Dan saat menentukan pilhan bersiaplah dengan keadaan terburuk..,hanya para pecundang yang akan menyesali setiap pilihan yang telah dibuatnya.

GAGAL

Kata “gagal” begitu menakutkan buat sebagian besar umat manusia. Gagal dalam semua hal kehidupan, baik itu gagal dalam belajar alias dapat nilai yg teramat jelek, gagal dalam pacaran baik itu disakiti atau menyakiti yg berujung pegat alias putus, gagal dalam dunia pekerjaan ini bisa dengan mandeknya karier atau suasana kantor tidak nyaman bisa juga uang yang didapat jauh dari cukup, bisa juga gagal dalam hidup bisa dengan rasa hidup yang begitu hampa.
Saat kegagalan itu datang, umat manusia biasanya memulai action dengan masang muka sedih, muka yang ga enak banget buat dilihat. Sesaat kemudian kelenjar air mata nya mulai bekerja keras, dan mata pun mulai basah, bagi yang agak boros air matanya di tumpahin ke muka bumi ini,ya sebagai wujud protes pada nasib dan takdir nya. Salahkah ini? Kalau Cuma ini saja iya salah…,menyesal akan takdir yang ada sangat tidak ada manfaat nya dan seakan kita lebih pintar dan tahu dari pada sang pencipta. Menangisi kegagalan wajar, tapi itu yang buat kita dekat sama sang pencipta. Ya kadang umat manusia merasa tak butuh sang pencipta saat memiliki semua yang dia mau, maka beruntunglah ada kegagalan.
Dalam hidup ini sebenarnya kita cuma mengikuti scenario yang sudah ditulis sebelum kita lahir. Jadi saat ada kegagalan yakin lah setelah itu akan ada bahagia yang lebih besar dari pada kegagalan yang sedang terjadi, karena hidup ini dinamis.Saat gagal itu datang sikapilah sewajarnya……………………………………………………..

Kamis, 12 Agustus 2010

Hidup itu memang unik, tidak semua yang diinginkan bisa tercapai. Ada kalanya sesuatu yang belum saat nya kita mau malah kita dapatkan dan sesuatu yang sedang kita harapkan malah menjauh dari kita. Mau bilang tidak kecewa malah terkesan munafik, kalau bilang kecewa dianggap tidak bisa mensyukuri nikmat.
Hidup itu juga susah untuk ditebak. Saat bahagia sedang menghinggapi sedih bisa saja dalam sekejap menerkam kita. Jadi kita mesti menyisipkan air mata di kala bahagia dan meluangkan sedikit senyum dikala sedih mendatangi hidup.

Rabu, 07 Juli 2010

KOMPOR (GAS) MELEDUK (LAGI)

Pemerintah telah menggulirkan kebijakan konversi minyak tanah ke gas pada tahun 2009. Walau penuh dengan kontroversi tapi kebijakan ini tetap berjalan. Masyarakat tidak dapat berbuat apa-apa, dan terpaksa menerima kebijakan tersebut.Disaat masyarakat telah beralih ke penggunaan gas beraneka ragam masalah berdatangan.Pada tahap awal-awal pelaksanaan masalah yang muncul yaitu belum tercukupi nya permintaan gas tersebut, masyarakat agak kesulitam mendapatkan tabung gas terutama ukuran 3 Kg ( yang merupakan objek konversi) . Ini kondisi yang sangat tragis, dimana minyak tanah dengan adanya kebijakan ini juga menjadi barang langka di pasar.ini salah satu bukti kalau pemerintah belum terlalu siap dalam penerapan kebijakan tersebut.Memang sejalan beriringnya waktu permasalahan ini pelan-pelan dapat diatasi.
Tapi sekarang ini muncul masalah yang jauh lebih serius, yang berhubungan dengan nyawa manusia. Begitu banyak terjadi kasus-kasus meledaknya tabung gas, terutama tabung gas 3 Kg yang merupakan produk hasil bagi-bagi dari pemerintah ke masyarakat. Ujung-ujung nya pemerintah seperti membagikan bom waktu ke rumah-rumah penduduk. dari permasalahan tersebut siapa yang seharusnya bertanggung jawab? secara otomatis kita pasti akan menjudge pemerintah yang harus dan mesti bertanggung jawab, karena meraka lah yang membuat kebijakan tersebut. Kalau pemerintah tidak menerapkan kebijakan tersebut pasti masyarakat kecil belum kepikiran untuk menggunakan gas dan masih akan berkutat dengan kompor minyak tanah, yang resiko nya mungkin tidak sebesar kompor gas.
Berikut sebuah kutipan pernyataan Robert MV, Humas PT Pertamina (Persero) Pemasaran Region II Palembang,(dalam www.indonesiaheadlines.com) >" mengatakan, penyebab marak terjadi keledakan tabung gas elpiji karena keteledoran para agen yang tidak hati-hati pada saat memindahkan tabung tersebut dari satu tempat ke tempat lainnya.Menurut dia, kejadian ledakan tabung gas itu juga bisa karena "human error" atau kesalahan masyarakat yang pemasangan dilakukan tidak sesuai prosedur, serta tidak tanggap dengan gejala yang ada pada tabung gas itu."Kebocoran bukan faktor kelalaian PT Pertamina, mengingat kami telah semaksimal mungkin membuat tabung tersebut dengan ketebalan 3 mm berbahan baku baja," ujar dia.
Ini sebuah pernyataan yang sangat mengecewakan, kenapa kesalahan mesti dilempar kemasyarakat. memang bangsa kita sampai saat ini sangat susah menjadi bangsa yang berani mengakui kesalahan yang dengan kasat mata memang kesalahannya. kenapa mesti masyarakat yang dibilang tidak mengetahui prosedur dan tidak tanggap dengan gejala yang ada pada tabung gas itu, memang nya pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang hal tersebut kepada masyarakat? jadi pemerintah seharusnya berani mengakui kekurangannnya supaya masyarakat bangga memiliki sebuah negara yang aparat nya berjiwa ksatria.
Kesan yang muncul begitu murahnya harga nyawa orang indonesia, karena begitu banyak nya kasus tersebut. Hak masyarakat untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik dari pemerintahnya masih jauh dari harapan.