POLITIKUS RAKUS
Tak terasa 2 bulan lagi rakyat indonesia akan menghabiskan dana triliyunan demi mimpi tercapainya demokrasi di negeri yang penuh dengan mimpi-mimpi indah.Ya kita akan melangsungkan PEMILU 2009 untuk memilih presiden dan wakil rakyat (katanya nya sih...). Sekarang kalau kita liat dipinggir jalan raya, di gang2 kecil, di kaca2 angkot, di tv dan radio serta segala macam ranah lainnya begitu sembraut dengan iklan dan poster para calon pemimpin bangsa ( apa pemimpi bangsa?). Gila, berapa banyak dana yang di kucurkan mereka (ya emang sih bukan uang saya) untuk promosi seperti itu. Kemarin saya sempat liat iklan sebuah percetakan yang mrngiklankan biaya untuk cetak spanduk itu Rp.17.000/m2, bayangin saja berapa banyak spanduk atau poster yang di gunakan masing2 caleg dan capres.
Saya melihat hal2 ini dari dua aspek. Pertama motif berpolitik yang menurut saya jadi pudar. Dengan biaya yang besar dikeluarkan logikanya mereka akan berharap terutama balik modal dulu dan pastinya keuntungan lainnya.Serta image berpolitik yang mengesankan hanya yang berduit yang bisa berpolitik.Karena mereka mesti stor ke partai dan mengeluarkan duit yang banyak untuk beriklan. Hal ini pula yang mungkin menyebabkan berlarut-larutnya sengketa pilkada di sejumlah daerah, yang kalah berupaya mencari celah untuk mempermasalahkan hasil penghitungan suara, lalu dilakukan pemilihan ulang dengan biaya triliyunan (padahal rakyat masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan), tapi ya setelah itu terjadi lagi deh, yang kalah nyari2 kesalahan lagi. Semua nya itu mungkin saja karena mereka sudah terlanjur menghabiskan dana yang besar untuk modal jadi calon gubernur atau bupati/walikota.
Aspek kedua yang menarik menurut saya adalah efektifitas dari iklan2 yang marak belakangan ini. Apalah lah artinya poster atau iklan2 yang bikin jenuh mata dan gatal kuping melihat dan mendengarnya. Masyarakat kita tidak sebodoh itu kok, yang akan terkecoh oleh semua itu. Ya paling cuma sebagian kecil saja yang bisa di licikin dengan teori2 konvensional itu. Menurut saya tunjukan saja bukti konkrit ke masyarakat sehingga masyarakat merasa yakin dengan kapasitas yang dimiliki. Contoh aktual bisa kita lihat dari pemilihan gubernur Sumbar, dengan dana kampanye yang paling kecil Gamawan Fauzi berhasil memperoleh suara yang sangat signifikan dalam pemilihan. Itu semua karena masyarakat sudah melihat wujud nyata tindakan nya untuk memajukan masyarakat. Jadi bagi para politikus tolong luruskanlah niat anda2.....................

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar